Contoh 4.2 Berbohong di Internet

Apakah orang lebih mungkin untuk berbohong melalui email daripada kertas dan pensil (surat)? Pada penelitian Agustus 2008 di suatu rapat Academy of Management, terdapat 48 mahasiswa jurusan bisnis yang berpartisipasi dalam permainan tawar menawar. Peneliti mengamati apakah para mahasiswa berbohong mengenai ukuran suatu pot ketika bernegosiasi dengan pemain lainnya.

Langkah 1. Merumuskan masalah.

Apakah Internet mendorong seseorang untuk berbohong? Peneliti berpikir bahwa Internet membuat penggunanya merasa anonim, sehingga mereka lebih mungkin untuk berbohong. Untuk menyempitkan hipotesis, para peneliti membandingkan dua kelompok siswa dalam permainan yang kompetitif. Salah satu kelompok siswa akan bermain di Internet, menggunakan email sebagai sarana komunikasi. Kelompok yang lain akan menggunakan surat (pensil dan kertas) sebagai sarana komunikasi. Peneliti berhipotesa bahwa kelompok yang bermain menggunakan Internet akan lebih sering berbohong.

Langkah 2. Merancang Penelitian dan Mengumpulkan Data.

Definisi: Dalam studi observasi, kedua kelompok yang diamati sudah ada, dan hanya perlu pengamatan tanpa perlakuan dari peneliti. Dalam eksperimen, peneliti secara aktif membentuk kelompok dan memberi perlakuan kepada unit eksperimen. Dengan kata-kata lain, pihak peneliti yang membuat kondisi untuk perbandingan. Bisa ada satu atau lebih kelompok “perlakuan” dan satu kelompok “kontrol” (tanpa perlakuan khusus).

Pikirkan: Identifikasi variabel penjelas (explanatory) dan respons (response) dalam penelitian ini. Apakah penelitian ini bersifat observasi atau eksperimen? Bagaimana Anda mengetahuinya?

Variabel penjelasnya adalah metode komunikasi. Variabel responsnya adalah apakah kelompok tersebut berbohong atau tidak. Kedua variabel bersifat kategorial. Ini merupakan eksperimen karena ada intervensi dari pihak peneliti untuk menentukan metode komunikasi yang akan digunakan oleh kelompok siswa.

Pikirkan: Misalnya ada 30 siswa pria dan 18 siswa wanita. Bayangkan jika 30 pria semua menggunakan Internet sedangkan 18 wanita menggunakan surat. Jika Anda merasa bahwa pria lebih kompetitif sehingga lebih mungkin untuk berbohong agar menang, bagaimana hal ini dapat membatasi Anda untuk mengambil kesimpulan mengenai rumusan masalah dari penelitian ini?

Jika semua pria menggunakan Internet sedangkan semua wanita menggunakan surat dan kita melihat adanya perbedaan proporsi mengenai banyaknya orang yang berbohong, Anda tidak dapat menyatakan penyebab perbedaan ini –  jenis kelamin atau metode komunikasi.

Pikirkan: Bagaimana Anda mengatasi masalah ini?

Strategi yang dapat digunakan adalah untuk membagi pria menjadi dua kelompok dan wanita menjadi dua kelompok secara rata, sehingga masing-masing kelompok berisi 15 pria dan 9 wanita. Kedua kelompok akan seimbang dari segi jenis kelamin.

Poin Penting: Suatu penelitian perbandingan harus seimbang dengan pertimbangan adanya variabel luar jika distribusi variabel sama untuk setiap kelompok penelitian.

Jika Anda memiliki banyak variabel pengganggu (confounding variable), mengimbanginya akan menjadi semakin sulit. Jika ada variabel-variabel lain, yang Anda sadari maupun tidak, penelitian akan menjadi tidak mungkin. Bagaimana Anda dapat membentuk kelompok yang seimbang jika Anda tidak tahu apa saja perbedaannya?

Untungnya, pengaturan acak (random assignment) dapat dijadikan solusi. Jika Anda tahu dan dapat mengukur variabel-variabel pengganggu yang mungkin, Anda dapat membuat suatu penelitian yang kelompok-kelompoknya semua seimbang. Jika Anda menggunakan kesempatan (chance), Anda belum tentu mendapat pembagian kelompok yang seimbang. Namun inilah kuncinya, Anda akan mendapat pembagian kelompok yang cukup seimbang untuk semua variabel lain, termasuk yang Anda tidak ketahui. Hal ini seperti pelemparan koin, dimana peluang mendapat macam variabel dalam pembagian menjadi dua kelompok cenderung seimbang (masing-masing setengah).

Poin Penting: Pengaturan kelompok unit eksperimen cenderung mengimbangi semua variabel yang berbeda antarkelompok. Variabel apapun bisa berdampak pada respons harus dibagi dua dan seharusnya tidak mengacaukan penelitian.

Dengan pembagian kelompok eksperimen yang sudah acak, jika Anda menemukan perbedaan antara kelompok Internet dan surat, hanya ada dua penjelasan: Ada hubungan sebab-akibat antara variabel atau perbedaannya hanya akibat dari kesempatan yang acak.

Definisi: Dalam suatu eksperimen acak, Anda dapat menggunakan alat peluang kesempatan untuk melakukan pembagian kelompok. Unit dalam eksperimen disebut sebagai unit eksperimen. Peran dari pengaturan acak adalah untuk mengimbangi variabel yang dapat mengacaukan hubungan variabel penjelas, agar kita dapat menarik kesimpulan sebab-akibat.

Sekarang, istilah unit observasi akan kita ganti dengan unit eksperimen, karena kita sedang melakukan eksperimen.

Untuk penelitian ini, siswa terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok 1 menggunakan Internet sedangkan Kelompok 2 menggunakan pensil dan kertas (surat). Pengaturan acak ini dilakukan dengan memasukkan nama-nama mereka ke dalam suatu kotak dan mengambilnya keluar satu per satu sambil memasukkan mereka ke kelompok 1 kemudian 2, kembali ke 1 dan ke 2.

Mari kita bandingkan dengan contoh sebelumnya, seperti tentang lampu malam. Pada penelitian tersebut, peneliti tidak dapat menentukan kondisi apa yang menjadi variabelnya. Di saat itu, peneliti hanya dapat mengamati kondisi unit yang sudah jadi. Dalam penelitian tersebut, unit observasinya adalah masing-masing anak.

Langkah 3. Pengolahan Data.

Para peneliti menemukan bahwa 24 dari 26 (92%) mereka yang menggunakan Internet berbohong mengenai ukuran pot, sedangkan 14 dari 22 (62%) dari mereka yang menggunakan surat memilih untuk berbohong.

Langkah 4. Inferensi Statistik.

Ketika kita membandingkan dua kelompok dan menemukan perbedaan, kita perlu mempertimbangkan beberapa penjelasan untuk hal tersebut. Penjelasan yang mungkin mengenai kenapa seseorang cenderung berbohong melalui email adalah karena mereka merasa anonim dan tidak diketahui detail mengenai mereka sedikitpun. Dengan kata-kata lain, metode komunikasi mempengaruhi bagaimana respon seseorang. Penjelasan lain yang juga mungkin adalah untuk melihatnya sebagai hanya kebetulan: mungkin hanya kebetulan dalam pengambilan yang membawa perbedaan signifikan ini. Namun, kita telah menggunakan metode pengelompokan acak sehingga penjelasan ini dapat disingkirkan.

Langkah 5. Menarik Kesimpulan.

Kita menemukan perbedaan yang signifikan secara statistik antara kedua kelompok. Apakah hal ini berarti kita dapat menarik kesimpulan bahwa metode komunikasi dalam permainan tersebut mempengaruhi respon seseorang untuk berbohong? Mungkin saja mereka yang menggunakan email lebih muda, dan orang muda lebih cenderung untuk berbohong. Atau mungkin ada perbedaan kepribadian antarindividu dalam kelompok Internet dan surat? Apakah ini variabel pengganggu (confounding variable) yang mungkin?

Namun karena digunakan metode pengaturan acak untuk membentuk kelompok, kedua kelompok sudah seimbang, kecuali variabel yang ingin diujikan. Hal ini berarti jika Anda mengobservasi perbedaan yang signifikan secara statistik dalam responnya, dan penjelasan yang masuk akal untuk penyebabnya adalah metode komunikasi yang digunakan.

Dalam menarik kesipulan, kita tetap mau melihat cakupan luasnya penelitian ini. Karena siswa berasal dari jurusan bisnis S2 dan sukarelawan sehingga kita harus berhati-hati dalam mengaplikasikan kepada populasi yang lebih luas.