Contoh 1.1 Apakah lumba-lumba dapat berkomunikasi

Salah satu penelitian yang terkenal pada tahun 1960an yaitu mengenai apakah lumba-lumba dapat berkomunikasi. Peneliti beranggapan bahwa lumba-lumba dapat mengkomunikasikan hal-hal yang sederhana seperti “Saya sedang senang” atau “Hati-hati.” Seorang peneliti, Dr. Jarvis Bastian ingin menyelidiki hal ini dan telah menghabiskan waktu tahunan untuk menjawab hal ini. Dr Jarvis mempunyai dua ekor lumba-lumba yang bernama Buzz dan Doris yang ditempatkan di sebuah kolam.

Belajar sinyal

Pada awalnya, Dr Jarvis memasang 4 tombol di dalam kolam, dimana dua tombol ditempatkan di dinding kanan dan dua tombol ditempatkan di dinding kiri. Ia juga memasang lampu di tengah-tengah dua tombol tersebut. Dr Jarvis kemudian menyalakan lampu tersebut selama beberapa saat. Dr Jarvis ingin mengajarkan kepada lumba-lumba tersebut jika lampu tersebut menyala cukup lama maka lumba-lumba harus menekan tombol sebelah kanan. Dr Jarvis juga kemudian menyalakan lampu tersebut tapi secara berkedip-kedip dan ini berarti lumba-lumba harus menekan tombol yang kiri. Setiap si lumba-lumba menekan tombol yang benar, maka mereka mendapatkan hadiah ikan untuk makanan mereka. Selama beberapa bulan, Dr Jarvis melakukan hal ini agar Buzz dan Doris terbiasa dengan sistem ini.

Belajar Urutan

Dr Jarvis, kemudian membuat sistem yang lebih sukar untuk kedua lumba lumba. Untuk mendapatkan hadiah ikan, Buzz dan Doris harus menekan tombol sesuai sinyal yang diberikan tetapi dengan syarat Buzz harus menekan tombol lebih dahulu dibandingkan Doris. Setiap kali kedua lumba-lumba menekan tombol yang benar dengan urutan Buzz dahulu dan kemudian Doris, maka kedua lumba-lumba ini mendapatkan hadiah. Setelah beberapa bulan berlatih, Buzz dan Doris berhasil mengerti akan sistem ini dan selalu mendapatkan hadiah setiap kali dites.

Komunikasi

Setelah lumba-lumba tersebut terbiasa akan sistem ini. Dr Jarvis kemudian memasang sekat di tengah-tengah kolam tersebut sehingga Buzz berada di sisi kiri dan Doris berada di sisi kanan. Dr Jarvis kemudian menyingkirkan dua buah tombol di sisi kanan tetapi tetap menempatkan lampu sementara di sis kiri, Dr Jarvis menyingkirkan lampu tetapi tetap menempatkan dua buah tombol tersebut. Jadi Doris hanya bisa melihat lampu dan Buzz hanya bisa menekan tombol. 

Tujuan dari sistem ini adalah ingin mengetahui apakah Doris dapat berkomunikasi dengan Buzz. Seandainya lampu di sisi Doris berkedip-kedip, maka Doris harus memberitahu Buzz untuk menekan tombol yang kiri, atau seandainya lampu di sisi Doris menyala secara konstan untuk beberapa saat, maka Doris harus memberitahu Buzz untuk menekan tombol yang kanan. Hanya dengan menekan tombol yang benar kedua lumba-lumba akan mendapatkan hadiah.

Dr Jarvis kemudian melakukan percobaan ini dan dalam percobaan pertama, Dr Jarvis menyalakan lampu selama beberapa saat secara konstan dan kemudian Doris berenang ke tengah kolam dan kemudian bersiul keras. Buzz yang mendengar Doris bersiul, membalas siulan tersebut dan kemudian menekan tombol yang kanan. Buzz berhasil menekan tombol yang benar dan kedua lumba-lumba tersebut mendapatkan hadiah. Satu kali percobaan tidak membuat Dr Jarvis 100 persen yakin bahwa lumba-lumba ini benar-benar berkomunikasi, sehingga ia mengulang percobaan ini berkali-kali, kadang dengan lampu yang berkedip-kedip kadang dengan lampu yang menyala konstan. Dr Jarvis kemudian mencatat seberapa sering Buzz menekan tombol yang benar.

Seandainya Buzz dan Doris benar-benar berkomunikasi, kita tidak berharap Buzz selalu menekan tombol yang benar. Mungkin saja Doris sedang sakit sehingga ketika Doris bersiul, siulan tersebut tidak terlalu jelas sehingga Buzz tidak menekan tombol yang benar. Lalu andaikan Buzz dan Doris tidak dapat berkomunikasi, mungkin saja Buzz menekan tombol yang benar secara kebetulan. Jadi dalam percobaan ini, selain kita ingin mencari tahu apakah Buzz dan Doris berkomunikasi tetapi kita juga ingin mencari tahu berapakah peluang Buzz menekan tombol yang benar.

Dr Jarvis kemudian melakukan 16 percobaan dan Buzz berhasil menekan tombol yang benar di dalam 15 kali percobaan. Apakah ini berarti Doris benar-benar berkomunikasi dengan Buzz? Berapakah peluang Buzz menekan tombol yang benar di dalam situasi ini?