Contoh 3.5A Kontroversi “Efek Bradley”

Tom Bradley, walikota Los Angeles, adalah kandidat dari Partai Demokrat dalam pemilihan Gubernur California pada tahun 1982.

  • Pemilihan politik dengan pemilih cenderung menunjukkan Bradley signifikan akan menang pada hari-hari sebelum pemilu
  • Hasil pemilihan mengunggulkan Bradley dengan signifikan
  • Banyak media yang memproyeksikan Bradley sebagai pemenang
  • Bradley kalah tipis secara keseluruhan
  • Setelah pemilihan, penelitian menyarankan persentase yang lebih kecil dari pemilih kulit putih telah memilih Bradley dari pemilihan politik yang diperkirakan
  • Sebuah proporsi yang sangat besar dari pemilih belum memutuskan memilih Deukmejian.
  • Tom Bradley adalah berkulit hitam sedangkan George Deukmejian berkulit putih

Apa penjelasan untuk perbedaan ini? Pemilih cenderung menjawab pertanyaan-pertanyaan dengan “Sosial desire bias“. Mereka menjawab pertanyaan polling dengan cara mereka berpikir pewawancara akan bertanya seperti itu juga. Perbedaan dalam polling dan pemilihan saat itu disebut “efek Bradley“. Ini telah dikutip dalam berbagai ras dan sudah termasuk gender dan sikap lainnya pada isu-isu politik.

Clinton vs Obama 

Dalam demokrasi utama tahun 2008 New Hampshire Obama menerima 36,45% suara utama, sedangkankan Clinton menerima 39,09%. Hasil ini mengejutkan sejak Obama tampaknya lebih memimpin Clinton. Hasil USA untuk polling Gallup

  • 41% dari pemilih cenderung mengatakan mereka akan memilih untuk Obama
  • 28% dari pemilih cenderung mengatakan mereka akan memilih untuk Clinton

Bagaimana mungkin angka polling Clinton dan Obama adalah 39,09% dan 36,45% dari pemilih Partai aktual untuk Clinton dan Obama? Kita asumsikan bahwa 778 orang dari survei adalah wakil yang benar dari pemilih yang akan menjalankan pemilu.

  • 778 orang bukan merupakan sampel acak
  • Harus memiliki daftar dari semua pemilih dalam pemilihan, dan harus memilih secara acak.
  • Kerangka sampling seperti susah untuk didapatkan.

Lembaga survei menggunakan penelponan digit acak dan bertanya apakah responden berencana untuk berpartisipasi dalam survei.

  • 9% ( dari total 778 ) setuju untuk berpartisipasi
  • 319 mengatakan bahwa mereka berencana untuk memilih Obama dan 218 untuk Clinton

Beberapa asumsi untuk model kita :

  1. Panggilan dengan angka acak adalah solusi yang tepat untuk mendapatkan sampel dari pemilih
  2. 9% dari yang berpartisipasi seperti layaknya 91% yang tidak berpartisipasi
  3. Pemilih yang mengatakan bahwa mereka akan memilih, akan mengikuti pemilihan.
  4. Jawaban dari yang mereka katakan akan mereka pilih, sama dengan yang mereka pilih

Apa parameter yang diharapkan? Proporsi semua pemilih kemungkinan yang akan merespon dalam polling pendapat bahwa mereka berencana untuk memilih Obama.

Pertanyaannya adalah jika nilai parameter ini adalah sama dengan proporsi semua kemungkinan pemilih yang akan memilih Obama (diamati pada hari utama untuk menjadi 0,3645).

Apakah dampak dari Efek Bradley dalam kasus ini? Nilai parameter kita akan lebih besar dari 0,3645 Orang lebih cenderung untuk mengatakan mereka akan memilih Obama daripada apa yang sebenarnya mereka pilih.

Hipotesis Nol dan Hipotesis Alternatif

Nol : proporsi dari pemilih yang memastikan akan memilih untuk Obama adalah 0.3645.

Alternatif : proporsi dari pemilih yang memastikan akan memilih Obama lebih tinggi dari 0.3645.

Simulasi dari 778 individual secara acak dipilih dari populasi dimana 36.45% memilih Obama. Kesempatan untuk memiliki proporsi sampel sukses dari 0.40 adalah sangat kecil.

t16.png

Bukti yang meyakinkan bahwa perbedaan antara apa yang orang katakan dan bagaimana sebenarnya mereka tidak dijelaskan oleh “kebetulan acak “

Salah satu dari 4 asumsi model tidak benar :

  1. Panggilan digit acak adalah cara yang masuk akal untuk mendapatkan sampel pemilih : Kira-kira setara dengan SRS warga New Hampshire yang memiliki telepon rumah atau ponsel, kurang lebih representasi orang dengan lebih dari satu telepon. 

  2. 9% dari individu dihubungi melalui telepon setuju untuk berpartisipasi dan yang tidak 91%: termasuk orang-orang yang tidak menjawab telepon mereka dan yang tidak berpartisipasi, mengasumsikan bahwa responden seperti non – responden, tingkat respon sangat rendah, tapi khas untuk polling pendapat ponsel,  tidak ada jaminan bahwa 9 % yang representatif.

  3. Pemilih yang mengatakan bahwa akan memilih dalam demokratis primer akan memilih yang utama : ini tidak ada garansi
  4. Responden menjawab kepada siapa mereka akan memilih, sama dengan apa yang akan mereka pilih : ini tidak ada garansi

Hasil

karena sangat besar perbedaan dari polling dan yang awal, suatu investigasi telah dilakukan dan memberikan beberapa hasil :

  1. Pemilih merubah jawaban pilihan mereka pada saat-saat terakhir
  2. Pemilih yang lebih menyukai Clinton mungkin tidak merespon
  3. Efek Bradley
  4. Clinton tercantum dahulu sebelum Obama pada setiap kartu suara

Ini adalah beberapa contoh dari eror tak acak (nonrandom errors)