Jenis-jenis penyelidikan secara statistik

Pada posting-posting sebelumnya, kita telah belajar hal-hal apa saja yang dibutuhkan dalam mengerti penyelidikan secara statistik. Kita telah belajar enam langkah dalam penyelidikan statistik, kita juga belajar mengenai 4 prinsip dasar inferensi. Lalu, kita juga harus mengetahui tipe data apakah yang sedang kita selidiki dan juga bagaimana membaca data. Terakhir, kita juga belajar mengenai bagaimana membuat simulasi sebuah proses random.

Sekarang kita dapat masuk ke langkah selanjutnya dimana kita akan benar-benar menyelidiki suatu kasus yang dapat kita selidiki secara statistik. Perlu dicatat, bahwa pembelajaran statistik berbasis simulasi sebenarnya mengajarkan hal yang sama dengan pembelajaran statistik secara tradisional, namun dengan cara yang berbeda. Di dalam pembelajaran statistik secara tradisional mempunyai urutan sebagai berikut. Pertama murid-murid akan belajar mengenai statistika deskriptif, lalu mereka mulai belajar mengenai peluang, distribusi, rancangan percobaan. Terakhir mereka akan belajar mengenai statistika inferensi dimana di dalamnya ada konsep tentang menguji hipotesis dan mencari interval kepercayaan. Namun dalam pembelajaran kita, dimana kita akan belajar statistik berbasis simulasi kita akan lansung mulai belajar mengenai statistika inferensi.

Di dalam pembelajaran statistik berbasis simulasi, kita akan menyelidiki berbagai kasus. Ada dua kasus dasar yang harus kita pahami terlebih dahulu.

  1. Uji satu proporsi
    Di dalam kasus ini, kita akan menyelidiki apakah proporsi suatu keadaan lebih tinggi (atau lebih rendah atau berbeda) dari keadaan pada umumnya. Sebagai contoh, kita ingin mengetahui apakah proporsi penduduk Jakarta yang percaya bahwa MRT dapat mengatasi kemacetan cukup banyak. Kita mengambil sampel sebanyak 50 orang dan kita mendapatkan bahwa 35 orang percaya bahwa MRT dapat mengatasi kemacetan. Apakah proporsi ini dapat dikatakan cukup banyak? Atau kita ingin mengetahui bahwa apakah anjing dapat mengerti perintah dari manusia. Dari 20 kali percobaan terhadap satu ekor anjing, ternyata anjing tersebut dapat mematuhi perintah manusia 18 dari 20 kali percobaan. Apakah kita dapat mengatakan anjing mengerti perintah manusia?
  2. Uji satu mean
    Di dalam kasus ini, kita akan menyelidiki apakah rata-rata suatu keadaan lebih tinggi (atau lebih rendah atau berbeda) dari rata-rata keadaan pada umumnya. Sebagai contoh, kita ingin mengetahui apakah satu liter bensin yang dibeli di SPBU benar-benar satu liter. Kita lalu membeli satu liter bensin di 24 SPBU berbeda dan kita lalu mengukur apakah satu liter bensin tersebut adalah benar-benar satu liter. Kita mendapatkan bahwa rata-rata pengukuran 1 liter 24 SPBU adalah 0.95 liter. Dapatkan kita mengatakan bahwa satu liter bensin di SPBU itu tidak benar-benar satu liter?

Dua kasus diatas akan menjadi basis dari pembelajaran kita. Masih ada kasus-kasus lainnya yang akan dibahas yakni sebagai berikut.

  1. Uji dua proporsi
  2. Uji dua mean
  3. Uji mean berpasangan
  4. Uji banyak proporsi
  5. Uji banyak mean
  6. Uji hubungan antara dua variabel kuantitatif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *