Sebuah contoh kasus

Agar ide-ide yang disampaikan sebelumnya tidak terlalu abstrak, marilah kita mempelajari contoh berikut.

Untuk menjadi donor organ, seseorang harus mengisi sebuah persetujuan terlebih dahulu. Persetujuan tersebut biasanya dimasukan ke dalam salah satu pertanyaan yang berada di formulir dalam membuat Surat Ijin Mengemudi (SIM). Namun karena isu ini sangat sensitif, beberapa orang merasa tidak nyaman sehingga membiarkan dan melewat pertanyaan tersebut. Untuk mencoba meningkatkan jumlah donor organ, kata-kata dalam pertanyaan tersebut diubah. Tapi apakah ini akan meningkatkan kemauan seseorang untuk menjadi donor organ?

Johnson dan Goldsten (2003) dalam artikelnya yang dipublikasikan di Science, ingin menyelidiki hal ini. Apakah kata-kata dalam suatu pertanyaan, mempengaruhi kemauan seseorang menjadi donor organ? Mereka mendapatkan 161 partisipan yang setuju untuk menjawab pertanyaan ini. Partisipan ini akan dibagi menjadi 3 grup dan pada masing-masing grup akan diberikan pertanyaan yang sama namun dengan kata-kata yang sedikit berbeda.

Pada grup pertama, pertanyaan yang ditanyakan kepada partisipan adalah sebagai berikut: “Jika terjadi sesuatu pada diri anda maka apakah anda ingin mendonasikan organ anda? (Setuju/Tidak Setuju)”

Pada grup kedua, pertanyaan yang ditanyakan kepada partisipan adalah sebagai berikut: “Jika terjadi sesuatu pada diri anda maka anda tidak bersedia mendonasikan organ anda (Tidak Setuju).”

Pada grup ketiga, pertanyaan yang ditanyakan kepada partisipan adalah sebagai berikut: “Jika terjadi sesuatu pada diri anda maka anda bersedia untuk mendonasikan organ anda (Tidak Setuju).”

Dalam grup pertama, partisipan diundang untuk memilih, setuju atau tidak setuju, namun dalam grup kedua partisipan sudah diberikan pilihan untuk tidak menjadi donor organ, namun ia boleh menjadi donor organ jika ia mau. Terakhir dalam grup ketiga, partisipan sudah diberikan pilihan untuk setuju menjadi donor organ, namun ia boleh tidak setuju jika ia tidak ingin.

1. Merumuskan masalah
Rumusan masalah disini adalah apakah kata-kata dalam memberikan sebuah pertanyaan dalam mempengaruhi kemauan seseorang untuk menjadi donor organ

2. Pengumpulan data
Di dalam studi ini, pengumpulan data dilakukan dengan mencari partisipan yang sukarela mau menjawab pertanyaan yang menjadi topik penelitian

3. Pengolahan data
Hasil dari studi diatas adalah sebagai berikut. Terdapat 78.6% yang setuju menjadi donor organ di grup 1, lalu terdapat 41.8% yang setuju menjadi donor organ di grup kedua dan terdapat 82% yang setuju menjadi donor organ di grup ketiga.

4. Inferensi statistik
Dengan menggunakan metode yang kita akan pelajari, kita akan dapat menganalisa dan juga menjawab rumusan masalah diatas. Apakah data yang kita dapatkan sudah merupakan bukti yang kuat bahwa pertanyaan yang diberikan pada grup 3 akan meningkatkan kemungkinan seseorang menjadi donor organ? Atau hal itu merupakan kebetulan saja dan tidak dapat dijadikan bukti yang artinya bahwa kata-kata dalam pertanyaan tidak mempengaruhi kemungkinan seseorang menjadi donor.

5. Penarikan kesimpulan
Apakah kesimpulan dari studi ini? Apakah kita dapat menyimpulkan bahwa pertanyaan pada grup 3 akan benar-benar meningkatkan kemauan seseorang menjadi donor untuk setiap orang di dunia ini? Atau hanya berlaku untuk orang-orang yang tertentu saja karena pertanyaan ini diajukan untuk orang-orang yang hendak membuat SIM.

6. Evaluasi dan mengulang dari awal
Tergantung dari kesimpulan yang didapat, kita dapat mengevaluasi studi ini dan mencoba untuk mencari cara yang lain yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang menjadi donor. Misalkan perubahan kata-kata dalam pertanyaan tidak terbukti dalam meningkatkan kemauan seseorang menjadi donor, mungkin di studi yang lain, kita dapat menambahan informasi mengenai donor organ sebelum pertanyaan itu diajukan. Kita akan mengecek apakah hal ini akan meningkatkan kemauan seseorang menjadi donor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *